“PENELITIAN BERBASIS KELAS”
Diajukan untuk memenuhi tugas tersetruktur pada mata kuliah Evaluasi Pendidikan
Dosen Pengampu :
...................................................
Disusun Oleh:
FIKRI HAMDALAH
Pendidikan Agama Islam ( Semester V. B )
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
STAI – SYAMSUL ‘ULUM
GUNUNGPUYUH KOTA SUKABUMI
1435 H/2013 M
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum, wr,wbPuji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Berkat rahmat, inayah, serta bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikann maklah Evaluasi Pembelajaran dengan Judul Penelitian Berbasis Kelas. Sholawat dan salam kami haturkan kepada baginda alam yakni Nabi Besar Muhammad SAW. Tak lupa kepada dosen pengampu, rekan-rekan yang selalu setia memberikan motivasi atas tersusunya makalah ini.
Semoga makalah yang kami susun ini bermanfaat bagi para pembaca dan memberikan stymulan untuk tetap melakukan belajar mengajar dalam bingkai yang diridhoi oleh Allah SWT.
Kami selaku penulis hanyalah manusia yang tak luput dari kesalahan dan lupa. Oleh karena itu kami mohon kiranya bapak Dosen Pengampu mengkritik dan memberikan masukan terhadap makalah yang kami buat.
Akhir kata kami ucapkan terimakasih
Wassalamu’alaikum, wr,wb
Sukabumi, .......................
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
BAB II PEMBAHASAN 2
A.pengertian penilaian berbasis kelas 2
B.tujuan dan fungsi penilaian berbasis kelas 4
C. objek penilaian berbasis kelas 5
D. domain dan alat penilaian berbasis kelas 6
E. prinsip-prinsip penilaian berbasis kelas……………………………. 7
F.manfaat hasil penilaian berbasis kelas………………………………. 8
BAB III PENUTUP 9
DAFTAR PUSTAKA 10
BAB I
PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANDalam dunia pendidikan tidak lepas dengan yang namanya penilaian. Penilaian dilakukan sebagai tolok ukur untuk mengetahui berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar. Namun seringkali seorang pendidik hanya menekankan penilaian hasil belajar yang bersifat praktis dan ekonomis saja. Sedangkan penilaian dalam hal proses tidak dilakukan, padahal ini sangatlah penting.
Keberhasilan belajar seorang peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal misalnya motivasi belajar dari peserta didik itu sendiri. Sedangkan factor eksternal misalnya lingkungan dan juga kemampuan professional guru.
Sejak perubahan kurikulum dari 1994 menjadi kurikulum 2004, model penilaian yang digunakan adalah Penilaian Berbasis Kelas (classroom-based assessment). Dalam penilaian berbasis kelas, salah satu model atau pendekatan yang digunakan adalah penilaian berbasis portofolio (portofolio-based assessment). Pembahasan lebih lanjut akan dipaparkan dalam makalah berikut.
II. RUMUSAN MASALAH
1. Apa Pengertian Penelitian Berbasis Kelas?
2. Apa Tujuan dan Fungsi Penelitian Berbasis Kelas?
3. Apa Domain dan Alat Penelitian Berbasis Kelas
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Penelitian Berbasis Kelas
Penilaian berbasis kelas adalah penilaian dalam arti “assessment”. Maksudnya, data dan informasi penilaian berbasis kelas merupakan salah satu bukti yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu pembelajaran .Secara spesifik, penilaian berbasis kelas dapat diartikan sebagai suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan data dan informasi tentang hasil belajar peserta didik untuk menetapkan tingkat pencapaian dan pemasakan peserta didik terhadap tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan yang dimaksud adalah standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum.
Unsur-unsur Penilaian Berbaisi Kelas:
1. Penilaian Prestasi Belajar ( achievement assessment), yaitu suatu tehnik penelitian yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian prestasi belajara peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
2. Penilaian Kinerja ( performance assessment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan keteramplilan peserta didik melalui tes penampilan atau demonstrasi atau praktek kerjanya.
3. Penilaian Alternatif ( alternative assessment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan sebagai alternative disamping teknik penilaian yang lain.
4. Penilaian autentik ( authentic assessment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencapain kompetensi peserta didik berupa kemampuan nyata, bukan sesuatu yang dibuat-buat atau yang hanya diperoleh di dalam kelas.
5. Penilaian portofolio (portfolio assessment), yaitu suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetaui tingkat pencapaian kompetensi dan perkembangan peserta didik berdasarkan kumpulan hasil kerja dari waktu ke waktu.
B. Tujuan dan Fungsi Penilaian Berbasis Kelas
Secara umum semua jenis penilaian berbasis kelas bertujuan untuk menilai hasil belajar peserta didik di sekolah, mempertanggung jawabkan penyelenggaraan pendidikan pada masyarakat, dan untuk mengetahui ketercapaian mutu pendidikan secara umum. Penilaian berbasis kelas bertujuan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik/perbaikan proses pembelajaran penentuan kenaikan kelas; dan memotivasi belajar peserta didik dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha pendidikan.
Tujuan Penilian Bebasis Kelas :
1. Memberikan Informasi tentang kemajuan hasil belajar peserta didik secara individual dalam mencapai tujuan belajar sesuai dengan kegiatan belajara yang dilakukannya.
2. Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar lebih lanjut.
3. Memberikan informasi yang dapat digunakan oleh guru dan peserta didik untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik.
4. Memberikan motivasi belajar peserta didik dengan cara memberikan informasi tentang kemajuannya yang merangsangnya untuk melakukan usaha pemantapan atau perbaikan.
5. Memberikan informasi semua aspek kemajuan peserta didik dan pada gilirannya guru dapat membantu pertumbuhannya secara efektif untuk menjadi anggota masyarakat dan pribadi yang utuh.
6. Memberikan bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan yang sesuai dengan keterampilan, minat dan kemampuannya.
Objek Penilaian Berbasis Kelas yang sesuai dengan KBK yang dikeluarkan oleh Departeman Agama adalah sebagai berikut :
1. Penilaian Kompetensi dasar mata pelajaran, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.
2. Penilaian kempetensi rumpun pembelajaran, yaitu keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang seharusnya dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan rumpun pelajaran.
3. Penilaian kompetensi rumpun pelajaran, yaitu pengetahuan keterampilan, sikap dan niai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan kecapan hidup yang harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar secara berkesinambungan.
4. Penilaiann kompetensi tamatan, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang tertentu.
5. Penilaian terhadap pencapaian keterampilan hidup. Kecapan hidup yang dimiliki peserta didik melalui berbagai pengalaman belajar perlu dinilai sejauh mana kesesuaiannya dengan kebutuhan mereka untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kehidupannya.
C. Domain dan Alat Penilaian Berbasis Kelas
Ditinjau dari dimensi kompetensi yang ingin dicapai, domain yang perlu dinilai meliputi:
1. Domain Kognitif
Meliputi hal-hal berikut ini
a. Hafalan, mencakup kemampuan menghafal verbal atau menghafal paraphrase.
b. Pemahaman, meliputi membandingkan (menunjukan persamaan dan perbedaan),
c. Aplikasi, mencakup kemampuan menerapkan rumus, dalil atau prinsip terhadap kasus-kasus nyata yang terjadi dilapangan.
d. Analisis, meliputi kemampuan mengklasifikasi, menggolongkan, memerinci, mengurai suatu objek.
e. Sintesis, meliputi kemampuan memadukan berbagai unsur atau komponen, menyusun, membentuk bangunan, mengarang, melukis, menggambar, dsb.
f. Evaluasi/penilaian, mencakup kemampuan menilai ( judgement) terhadap objek studi dengan menggunakan kriteria tertentu.
2. Domain Psikomotor
Meliputi hal-hal berikut ini
a. Penguasaan gerakan awal berisi kemampuan peserta didik dalam menggerakan anggota badan.
b. Gerakan semi rutin, meliputi kemampuan melakukan atau menirukan gerakan yang melibatkan seluruh anggota badan.
c. Gerakan rutin berisi kemampuan melakukan gerakan secara menyeluruh.
3. Domain Afektif
Pertama, Kompetensi efektif meliputi tingkatan peberanian respon, apresiasi, penilaian, dan internalisasi.
Kedua, sikap dan minat peserta didik terhadap mata pelalajaran dan proses pembelajaran.
D. Prinsip-prinsip Penilaian Berbasis Kelas
1. Valid (tepat). Dalam prinsip ini, alat ukur yang digunakan dalam penilaian berbasis kelas harus betul-betul mengukur apa yang hendak diukur.
2. Mendidik. Banyak proses dan kegiatan penilaian yang dilakukan guru membuat peserta didik menjadi ketakutan
3. Berorientasi pada kompetensi. Penilaian berbasis kelas dilakukan dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar kompetensi dasar, dan indicator pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum berbasis kompetensi
4. Adil dan objektif “adil dan objektif” memang mudah diucapkan tetapi susah dilaksanakan, karena penilai itu sendiri adalah manusia biasa, yang tidak luput dari factor subjektifitas.
5. Terbuka. System dan hasil penilaian berbasis kelas tidak boleh disembunyikann atau dirahasiakan oleh guru.
6. Berkesinambungan. Penilaian berbasis kelas tidak hanyak dilakukan pada akhir pembelajaran saja tetapi harus dimulai dari awal sampai akhir pembelajaran, terencana, bertahap, dan berkesinambungan.
7. Menyeluruh, penilaian terhadalp proses dan hasil belajar peserta didik harus dilakukan secara mneyeluruh, utuh dan tuntas, baik yang berkenaan dengan domain kognitif, afektif maupun psikomotor
8. Bermakna. Penilaian berbasis kelas harus memberikan makna kepada berbagai pihak untuk melihat tingkat pengembangan penguasaan kompetensi peserta didik.
Prinsip-prinsip khusu penilaian berbasis kelas sebagai berikut:
1) Apapu jenis penilaiannya harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi peserta didik untuk menunjukan apa yang mereka ketahui dan difahami.
2) Guru harus mampu melalsanakan prosedur Penilaian Berbasis kelas.
E. Manfaat Penilaian Berbasis Kompetensi
Manfaat menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi mengungkapkan hasil penilaian berbasis kelas berguna untuk :
1. Umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kemampuan dan kekurangannya.
2. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kemampuan belajar peserta didik.
3. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya dikelas.
4. Memungkinkan peserta didik mencapai kompetensi yang telah ditentkan.
5. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada orang tua dan masyarakat.
F. Jenis-jenis Penilaian Berbasis Kelas
Jenis-jenis penilaian berbasis kelas menurut Sumarna Pranata dan Muhammad Hatta (2004):
1. Tes tulis. Merupakan alat penelitian berbasis kelas yang penyajiannya maupun penggunaannya dalam bentuk tertulis.
2. Tes perbuatan. Dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung yang memungkinkan terjadinya praktik.
3. Pemberian tugas dilakukan untuk semua mata pelajaran mulai dari awal kelas sampai dengan akhir kelas sesuai materi pelajaran dan perkembangan peserta didik.
4. Penelitian proyek penilaian. Adalah penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan dalalm waktu tertentu.
5. Penialaian prodi. Penilaian hasil kerja (produk) peserta didik adalah penilaian terhadap penguasaan keterampilan peserta didik dalam membuat suatu produk dan penialaian kualitas hasil kerja tertentu.
6. Penilaian sikap. Dapat dilakukan berkaitan dengan berbagai objek sifat.
7. Penilaian portofolio. Merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari diri individu maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan.
Dalam pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 (tiga) tahapan yang dalam 3 (tiga) tahapan tersebut dapat dilakukan penilaian kelas. Tiga tahapan dimaksud, antara lain: Pretest (tes awal), Proses Pembelajaran dan Postest (tes akhir).
2. Saran-saran
Penulis adalah manusia-manusia yang tak luput dari lupa dan salah. Oleh karenanya kepada bapak dosen, rekan-rekan seperjuangan, ataupun yang turut serta membaca makalah ini dimohon untuk dapat memberikan secercah komentar terhadap makalah yang kami buat.
Akhir kata kami ucapkan Alhamdulillah dan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Evaluasi Pembelajaran, Drs. Zaenal
Arifin, M.Pd,

No comments:
Post a Comment