PENDAHULUANBAB I
A. Latar Belakang
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah, seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran, sementara siswa dibuat pasif, sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif, guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Jadi, proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru, selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal Tanpa menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat.
Makalah ini membahas bagaimana menerapkan metode pembelajaran yang baik dalam proses belajar dan mengajar ditinjau dari hakikat sebenarnya, sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai.
B. Identifikasi Masalah
Untuk memudahakan pembahasan masalah tentang Belajar dan Pembelajaran. Maka, perlu adanya Perumusan Masalah diantaranya:
1. Pengertian metode mengajar dan belajar yang efektif.
2. Jenis-jenis dan prosedur penggunaan metode pengajaran
C. Pembatasan Masalah
Setiap makhluk di dunia mempunyai keterbatasan baik itu pendengaran, penglihatan, penciuman dan lain-lain. Begitu juga dengan saya selaku penyusun yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan waktu, biaya, pengetahuan dan lain-lain. Maka dari itu, Penyusun membahas makalah ini sampai Bagaimanakah Metode Mengajar dan Belajar Yang Efektif itu.
D. Manfaat / Tujuan
Adapun manfaat/tujuan yang dapatdiambil dari isi makalah ini adalah
1. menambah wawasan pengetahuan tentang mata kuliah Belajar dan Pembelajaran.
2. sebagai sumber bacaan dan pengetahuan bagi yang membutuhkan.
3. sebagai bahan diskusi/pembahasan mahasiswa fakultas tarbiyah sebagai penambah khazanah ilmu pengetahuan
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Metode Mengajar dan Belajar yang Efektif
A. Pengertian Metode mengajar dan Belajar yang Efektif
adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian lain ialah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok/klasikan, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanpaatkan oleh siswa dengan baik. Makin baik metode pembelajaran makan makin efektif pula pencapaian tujuan dalam KBM.
Di dalam kenyataannya, cara atau metode mengajar yang digunkan untuk menyampaikan informasi berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap (kognitip, psikomotorik, efektip). Krisis metode di dalam kelas,efektivitas, suatu metode dipengaruhi oleh factor tujuan siswa, factor situasi, dan faktor guru itu sendiri.
Dengan memiliki pengetahuan secara umum mengenai sifat berbagai metode, seorang guru akan lebih mudah menetapkan metode yang paling sesuai dalam situasi dan kondisi pengajaran yang khusus.
Kalau kita perhatikan dalam proses perkembangan pendidikan di Indonesia bahwa salah satu hambatan yang menonjol dalam pelaksanaan pendidikan ialah masalah metode mengajar. Metode tidaklah mempunyai apa-apa bila dipandang terpisah dari komponen lain. Metode hanya penting dalam hubungannya dengan segenap komponen lainnya, seperti tujuan , situasi dan lain-lain.
Berikut ini harus selalu diperhatikan :
1. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah belajar siswa.
2. Harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya.
3. Harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa.
4. Harus dapat merangsang keinginan siswa belajar lebih baik dan lanjut, melakukan ekplorasi dan inovasi (pembaharuan).
5. Harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri atau cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.
6. Harus dapat penyajikan yang bersifat pengalaman atau situasi yang nyata dan bertujuan.
7. Harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Mengajar merupakan rangkaian kegiatan penyampaian bahan pembelajaran agar murid dapat menerima, memahami, menghayati, memiliki, menanggapi, menguasai, mengembangkan dan lain-lain.
Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan, atau suatu pengertian. Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha, suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya.
Soemanto mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience.” Dengan demikian, perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan, kelelahan, penyakit, atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar.
Dapat disimpulkan bahwa secara umum belajar mengajat suatu sistem intruksional mengacu pada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung antara satu dan lainnya untuk mencapai tujuan. Sebagai suatu sistem, belajar mengajar meliputi sejumlah komponen. Agar tujuan itu tercapai semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antara setiap komponen itu terjadi kerjasama. Karena itu guru tidak boleh hanya memperhatikan satu komponen saja tetapi guru harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.
Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh, makna dan manfaat tertentu. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan, tetapi lebih menekankan pada internalisasi, tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa.
B. Tahapan Dalam Mengajar
1. Tahapan Pra- Intruksional
Adalah tahapan yang di tempuh guru pada saat guru masuk kelas untuk mengajar.
a. Guru menanyakan kehadiran siswa dan mencatat siapa yang tidak hadir. Kehadiran siswa siswa dapat dijadikan tolak ukur kemampuan guru mengajar. Tidak selalu ketidak hadiran siswa disebabakan oleh (malas, sakit, bolos dan lain-lain), tetapi bisa juga terjafi dari pengajaran guru yang tidak menyenangkan, sikap guru yang tidak disukai siswa, atau tindakan guru dianggap merugikan siswa (penilaian tidak adil), memberikan hukuman yang menyebabkan frustasi dan rendah diri dan lain-lain).
b. Bertanya pada siswa, sampai mana pembahasan pembelajaran. Hal ini bukan soal guru lupa, tetapi menguji dan mengecek kembali ingatan siswa terhadap bahan yang telah dipelajarinya. Dengan demikian guru akan mengetahui ada tidaknya kesiapan siswa menghadaspi pelajaran disekolah.
c. Mengajukan pertanyaan kepada siswa tertentu tentang bahan pelajaran yang sudah diberikan sebelimnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sampai dimana pemahaman siswa terhadap materi yang sudah disampaikan. Apakah tahan lama diingat, atau tidak, data dan informasi ini bukan hanya berguna bagi siswa melainkan juga bagi guru. Jika ternyata siswa dapat menjawabnya, sangat bijaksana guru memberikan pujian dan penghargaan.
2. Tahap Intruksional
Adalah tahap pengajaran atau tahap inti yakni membahas bahan yang telah disusun oleh guru sebelumnya. Secra umum dapat di identifikasi beberapa kegiatan sebagai berikut:
a. Menjelasakan pada siswa tujuan pengajaran yang harus dicapai siswa
b. Menuliskan pokok-pokok materi yang akan di bahasa hari itu.
c. Pada setiap pokok materi nyang dibahas sebaiknya diberikan contoh yang kongkrit, dan lain-lain
3. Tahap Tindak Lanjut
Adalah tahapan evaluasi atau penilaian atau tindak lanjut. Tujuannya mengetahui tingkst keberhasilan tahapan kedua.
Ketiga tahapan yang telah dibahas di atas merupakan suatu kegiatan terpadu tidak dapat terpisahkan satu sama lain. Guru dituntut agar dapat mengatur dan kegiatan secara fleksibel sehingga rangkaian ketiga tersebut diterima oleh siswa secara utuh.
C. Macam-macam Metode Belajar dan Penggunaanya
1. Metode Ceramah
Adalah metode di dalam pendidikan dan pengajaran di mana cara menyampaikan pengertian –pengertian materi pengajaran kepada anak didik dilaksanakan dengan lisan oleh guru di dalam kelas. Dimana dalam pelaksanaanya guru dapat menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada anak muridnya. Metode ini menempatkan guru pada pusat perhatian. Guru terutama menuturkan secra aktif, sedangkan murid mendengarkan dan mengukuti secara cermat serta membuat catatan tentang pokok persoalan yang diterangkan oleh guru. Metode ini telah dipergunakan beberapa abad yang silam di anggap metode yang tertuadan hingga kini masih tetap dipakai. Baik digunakan diperguruan tinggi dan kurang tepat untuk sekolah dasar.
Berhasil atau tidaknya pelaksanaan metode ceramah bergantung sebagian besar pada guru, beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam hubungannya dalam metode ceramah ini yaitu kesatuan bahan pelajaran yanf dapat disajikan denan metode ceramah adalah:
a. Kesatuan bahan pelajaran yang berguna untuk pembentukan sikap penggunaan metode ceramah sangat efektif.
b. Kesatuan bahan pelajaran yang bermaksud meningkatkan perhatian.
c. Kesatuan bahan pelajaran yang penting yang tidak terdapat dalam buku demikian pula bahan sukar meskipun terdapat dalam buku pelajaran perlu diberikan dengan menggunakan metode ceramah.
Kekurangan dan kelebihan metode ceramah
a. Efisiensi waktu dan tenaga, guru dapat menyampaikan sebanyak-banyaknya.
b. Mudah dilaksanakan dan pengaturan kelas tidak sulit.
c. Guru dapat menguasai seluruh kelas dengan mudah dalam jumlah murid yang cukup banyak apabila pemnyajian mayeri baik dan menarik.
d. Meningkatkan status guru sebagai penceramah yang berhasil baik, maka dapat menimbulkan semangat, dan kreasi yang konstruktif.dan bila guru memiliki kepribadian yang hebat maka dapat menggugah semangat siswa untuk terus maju, barkembang dan meningkat
e. Fleksibel dan melatih murid memusatkan perhatian, terampil menyeleksi, mencatat, mengkritik sesuatu dengan bijak.
Segi negatif dalam metode ceramah
a. Guru sulit untuk mengetahuai pemahaman anak didik terhadap bahan-bahan yang diberikan.
b. Kadang–kadang guru cenderung ingin menyampaikan bahan sebanyak-banyaknya hingga bersifat pemompaan.
c. Hampir tidak memberi kemungkinan bagi guru untuk mermeriksa kemajuan belajaran anak.
d. Menahan pelajar dalam keadaan pasif.
e. Cenderung proses satu arah.
Metode ini dipergunakan apabila:
a. Jika jumlah siswa sangat bnayak sehingga tidak mungkin mempergunakan metode yang lailn.
b. Guru hendak menyampaikan pendapat atau pengetahuan baru yangvtidak ada pada bahan bacaan. Maka guru haruis menerangkannya dengan jelas.
c. Bila bhan yang akan disampaikan merupakan intruksi
d. Guru hendak merangsang siswa untuk pembuatan tugas-tugas yang akan dan harus dikerjakan.
Ada 2 cara untuk mempersiapkan metode ceramah
a. Cara pertama guru hendak menyusun apa yang hendak di ceramahkan kepada para siswanya.
b. Cara kedua guru membuat pokok-pokok persoalannya sehingga guru dapat berbicar dimuka kelas atas dasar pola yang sudah disiapkan.
2. Metode Tanya jawab
ialah suatu metode di dalam pendidikan dan pengajaran dimana guru bertanya sedangkan murid-murid bertanya atau pun sebaliknya tengtang bhan materi yang ingin diperoleh dalam suatu tujuan pembelajran. Dan Al-quran pun telah mendidik kita m,enggunakan metode tanya jawab tersebut dengan indah, baik dan menarik serta amat memuaskan.
Metode ini dapat digunakan
a. Meninjau bahan pelajran yang lampau
b. Sebagai ulangan pelajran yang telah diberikan
c. Sebagai selingan dalam pembicaraan dan penjelasaan
d. Untuk merangsang anak didik agar perhatiaanya tercurah pada masalah yang dibicarakan.
e. Melatih daya pemikiran siswa sehingga dapat mengambil kesimpulan dengan baik dan tepat.
f. Mengarahkan pengamatan dan pemikiran pelajar
g. Mengikutsertakan semua pelajaran dalam interaksi belajar
Segi positif metode Tanya jawab
a. Kelas akan hidup karena nak didik aktif berfikir dan m,enyampaikan pikiran melalui berbicara.
b. Baik sekali untuk m,elatih anak ididk agra berani mengembangkan pendapatnya dengan lisan secra teratur.
c. Timbuknya perbedaan pendapat di antara anak didik atau guru dengan anak didik, akan membawa kelas dalam suasa diskusi.
d. Memberi kesempatan siswa menanyakan hal-hal ynag kurang jelas sehingga seorang guru dapat mengulang kembali.
e. Dan guru dapat menyuruh siswa lain untuk menjelaskan kembali kepada siswa yang sudah mengerti.
Segi negatif metode Tanya jawab
a. Apabila terjadi perbedaan akan banyak waktu untuk menyelesaikannya.
b. Kemungkinan akan terjadi penyimpangan perhatiaan anak didik. Terutama apabila da jawaban-jawaban yang kebetulan menarik perhatiaanya, tetapi bukan bahan sasarannya yang dituju.
c. Dapat menghambat cara berpikir peseta anak didik apabila guru kurang pandai, menyampaikan materi pembelajaran
d. Situasi persaingan bisa timbul apabila guru kurang menguasai teknik pemakain metode ini
e. Akan menimbulkan penyimpangan pembicaraan.
Saran-saran metode Tanya jawab
a. Pertanyaan-pertanyaan hendaknya ditujukan pada seluruh kelas.
b. Giliran menjawab secara merata, tidak berpusat pada nak didik tertentu
c. Jelas dan mudah dipahami.
d. Sesuai dengan taraf kecerdasan mereka peserta didik.
e. Berisi satu problematika.
Tanya jawab ini telah di praktekan oleh Plato salah seorang murid Socrates apabila guru menginginkan murid-muridnya memperoleh pengetahuan yang banyak h. endaklah menggunakan metode Tanya jawab dalam pengajaran.
Sehubungan dengan itu seorang tokoh pendidikan bahwa bertanya adalah salah satu seni yang indah dalam interaksi belajar mengajar.
3. Metode diskusi
Adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan. Diskusi tidak sama dengan berdebat. Diskusi selalu diarahkan pada pemecahan masalah yang menimbulkan berbagai macam pendapat dan akhirnya diambil suatu kesimpulan yang dapat diterima oleh anggota dan kelompoknya dan peserta didik, yang dipimpin, oleh sebuah pemimpin, notulen tau kegagalan suatu diskusi terletak pada kesanggupan dan kemampuan mereka melaksanakan tugasnya.
Jenis- jenis diskusi
1. Diskusi Formal
Diskusi ini terjadi pada lembaga-lembaga pemerintahan atau semi pemerintahan, di mana dalam diskusi itu perlu adanya ketua dan penulis serta pembicara yang diatur oleh pembicara yang diatur secara formal, misalnya diskusi pada sidang DPR.
2. Diskusi tidak Formal (informal)
Diskusi ini seperti dilaksanakan dalam kelompok-kelompok belajar diman satu sam lain bersifat” face to face relationship” (tatap muka dalam keakrabaab)
3. Diskusi Panel
Diskusi ini menghadapi masalah yang ditinjau dari beberapa pandangan. Pada umunya panel ini dilaksanakan oleh beberapan orang saja, yang dapat juga diikuti oleh banyak pendengar.
4. Diskusi dalam bentuk simposium
Hampir sama adengan diskusi panel hanya symposium lebih formal., symposium ini dipergunakan atau diselenggarakan apabila da pertentangan pendapat para ahli-ahli yang berbeda pendapat memberikan informasinya. Selanjutnya diadakan diskusi antara pembicara dan pendengar, dalam diskusi ini tidak mencari kebenaran tertentu.
5. Lecture discution
Dilaksanakan dengan membeberkan suatu persoalan kemudian di diskusikan. Di sini biasanya hanya satu pandangan atau persoalan saja.
Segi positif metode diskusi.
a. Suasana kelas akan hidup. Sebab anak-anak mengarahkan pikirannya kepada masalah yang sedang di diskusikan. Partisipasi anak kan lebih baik
b. Dapat menaikan prestasi kepribadian individu seperti toleransi, demokratis, kritis berpikir, berpikir sistematis, sabar dan lain-lain.
c. Kesimpulan-kesimpulan diskusi dapat dipahami anak didik karena anak didik mengikuti proses berpikir sebelum sampai pada kesimpulan.
d. Anak-anak belajar mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib dalam suatu musyawarrah sebagai latihan pada musyawarah yang sebenarnya.
e. Memupuk kepercayaan pada diri sendiri.
f. Menggabungkan pendapat dari berbagai sumber.
g. Menghasilkan pandangan baru.
h. Memudahkan pencapaian tujuan.
Segi negative metode diskusi
a. Kemungkinan ada anak yang tidak ikut aktif, sehingga bagi anak-anak ini, diskusi merupakan kesempatan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab.
b. Sulit menduga hasil yang akan dicapai, karena waktu yang digunakan untuk diskusi cukup panjang.
c. Diskusi mungkin dikuasai atau diambil alih oleh orang-orang tertentu saja.
d. Diskusi tidak akan melibatkan segenap peserta bila pemimpin kurang bijaksana.
Saran-saran dalam metode ini
a. Usahakan setiap murid mendapat giliran berbicara.
b. Usahakan supaya setiap murid belajar sabar mendengarkan pendapat.
c. Merangsang pelajar agr lebih bersedia memahami dan mencari alternative-alternatif pemecahan masalah yang sedang didiskusikan.
d. Lebih memahami kekurangan dan kelebihan kemampuan seseorang.
4. Metode pemberian tugas belajar (resitasi)
Metode ini sering disebut metode pekerjaan rumah yang dimana peserta didik di beri tugas untuk pengerjakan tugas-tugas yang dikerjakan diluar jam sekolah, dalam pelaksanaan metode ini anak-anak dapat mengerjakan tugasnya tidak hanya dirumah, tetapi dapat dimana saja missal di perpustakaan.
Metode resitasi dilakukan
a. Apabila guru mengharapkan agar semua pengetahuan yang telah diterima anak lebih mantap.
b. Agar anak-anak lebih rajin.
c. Untuk mengaktifkan anak-anak mempelajari sendiri suatu masalah dengan membaca sendiri, mengerjakan soal-soal sendiri, mencoba sendiri
Segi positif metode ini
a. Baik sekali untuk mengisi waktu luang yang konstruktif.
b. Memupuk rasa tanggung jawab dalam melaksankan tugas pekerjaan sebab dalam metode ini anak-anak harus mempertanggung jawabkan segala sesuatu yang telah dikerjakan.
c. Membiasakan anak giat belajar.
d. Memberikan tugas anak byang bersifat praktis umpamanya membuat laporan tentang peribadatan di daerah masing-masing, kehidupan sosial dan lain-lain.
e. Memperkaya pengetahuan dan pengalaman siswa, penghayatan pekerjaan lebih intensif.
f. Pengetahuan siswea akan lebih luas dan sifat verbalismenya akan semakin berkurang.
Segi negative metode ini
a. Sulit mengetahui dan mengawasi siswa, apakah mereka benar-benar mengerjakan sendiri atau tidak .
b. Tugas-tugas yang terlampau berat akan menyebabkan murid kurang tenang.
c. Sulit memberikan tugas dengan masing-masing individu.
d. Sering kali anak-anak tidak mengerjakan tugas dengan baik, cukup menyalin hasil pekerjaan temannya.
Saran –saran dalam metode ini
a. Tugas yang dikerjakan harus jelas, sehingga anak mengerti bentuk apa yang harus dikerjakan.
b. Waktu untuk menyelesaikan tugas harus cukup.
c. Adakan control yang sistematis sehingga mendorong anak-anak bekerja dengan sungguh-sungguh.
5. Metode demontrasi dan eksperimen
Adalah metode dimana guru atau orang lain atau murid sendiri yang sengaja diminta memperlihatkan kepada seluruh kelas suatu proses contohnya cara wudhu yang benar. Yang dimaksud dengan eksperimen adalah metode pengajaran yang dimana murid dan guru mengerjakan sesuatu bersama-sama sebagai latihan praktis dari apa yang di ketahui.
Metode demontrasi dan eksperimen digunakan
a. Apabila anak menunjukan keterampilan tertentu.
b. Untuk memudahkan berbagai penjelasan, sebab penggunaan bahasa dapat lebih terbatas.
c. Untuk menghindari verbalisme
d. Untuk membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian sebab akan menarik.
Segi positif metode ini
a. Perhatian anak akan terpusat apa yang didemontrasikan dan memberikan kemungkinan berfikir yang bersipat lebih kritis.
b. Memberi pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemauan anak.
c. Akan ,mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan, karena anak mengamati secara langsung terhadap suatu proses.
d. Dengan metode ini sekaligus masalah-masalah yang mungkin timbul dalam hati anak-anak dapat dijawab.
Segi negatif metode ini
a. Biasanya memerlukan waktu yang banyak.
b. Apabila kekurangan alat-alat peraga dan alat-alatnya tidak sesuai dengan kebutuhan, maka metode ini kurang efektif.
c. Metode ini sukar dilaksanakan apabila anak belum matang untuk menggunakan metode eksperimen.
d. Banyal alat-alat yang tidak bisa didemontrasikan dalam kelas karena besarnya atau karena harus dibantu dengan alat-alat lain.
Saran-saran metode ini
a. Lakukan dengan metode demontrasi dan eksperimen dalam hal-hal yang bersifat praktis dan urgen dalam masyarakat
b. Arahkan pedemontrasikan dan eksperimen agar murid-murid dapat memperoleh pengertian yang lebih luas dan lebih jelas, pembentukan sikap serta kecakapan praktis.
c. Usahakan supaya anak dapat mengikuti demontrasi dan eksperimen.
d. Berilah pengertian sejelas-jelasnya landasan teori dari apa yang hendak didemntrasikan maupun dieksperimentasikan.
6. Metode sosio drama
Adalah metode belajar yang dilakukan dengan cara mendramatisasikan suatu tindakan atau tingkah laku dalam hubungan sosial. Dengan kata lain guru memberi kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan atau peranan tertentu sebagaimana yang ada dalam kehidupan masyarakat (sosial). Hendaknya murid diberi kesempataan untuk berinisiatif dan kreatif serta diberi bimbingan atau lainnya agar lebih berhasil.
Di antara kelebihan metode ini adalah mendidik siswa mampu menyelesaikan sendiri problema yang ia jumpai, memperkaya pengetahuan dan pengalaman siswa. Di antara kekuranganya karena waktu yang terbatas, maka kesempatan berperan secara wajar kurang terpenuhi.
2. Jenis-jenis dan Prosedur Penggunaan Metode Pengajara
A. Jenis Metode Mengajar Berdasarkan Aspek Pendekatan Pengajaran
Dari aspek pendekataan pengajaran ada yang dikenal sebagai berikut:
1. Metode Problem Solving
Metode problem solving adalah metode dalam pemecahan problem-problem baru yang dihadapi diperlukan kesanggupan untuk berpikir. Metode ini menuntut kemampuan untuk melihat sebab akibat, mengobserfasi problem, mencari hubungan antara berbagai data yang terkumpul kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah. Metode ini mengajarkan dan memusatkan kegiatan pada murid. Metode ini telah mendorong anak untuk berpikir secara sistematis dengan menghadapkannya pada problem-problem, jika anak peserta didik terlatih dengan metode ini diharapkan dapat menggunakannya dalam situasi-situasi problematic dalam kehidupan.serta mempunyai rasa optimism yang tinggi.
Menurut John Dewey , pada pokoknya langkah-langkah yang harus dicapai dalam memecahkan masalah sebagai berikut:
a. Menyadari adanya masalah: problem, kesulitan, sesuatu yang menimbulkan tanda Tanya, dalam pikiran kita yang biasanya kita hadapi sehingga kita merasa bingung.
b. Memahami hakekat dengan jelas: ketegasan dan kejelasan rumusan problem merupakan syarat untuk memecahkan masalah yang efisiensi.
c. Mengajukan hipotesis: dugaan mengenai jawaban suatu masalah tanpa bukti-bukti yang nyata walaupun jawabvan itu belum jelas jawabannya.
d. Mengumpulkan data : untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis.
e. Analisis dan sintesis data: bahan yang dikumpulkan harus ditinjau dan dianalisa secara kritis dan melihat hubungannya dengan pemecahan masalahnya.
f. Mengambil kesimpulan: berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis secara kritis dapat diuji kebenaran hipotesis.
g. Mencoba dan menerapkan kesimpulan: kebenaran kesimpulan bukan hanya pemikiran pikiran atau pemikiran melainkan harus pula dibuktikan kebenarannya di dalam perbuatan.
h. Mengevaluasi seluruh proses pemecahan masalah:akhirnya peninjauan kembali keseluruhan proses berpikir dari awal sampai akhir. Pengecekan kembali hasil pekerjaan harus dibiasakan pada peserta didik.
Kebaikan dan kelemahan metode ini adalah: mendidik murid berfikir secara sistematis, mampu mencari berbagai jalan keluar dari suatu kesulitan yang dihadapi, mendidik anak tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan, mendidik anak percaya diri pada diri sendiri.
Adapun kelemahan-kelamahan metode ini adalah: memerlukan waktu yang cukup banyak, tidak mudah digunakan di kelas-kelsa rendah, bisa menjadikan pelajaran tertinggal, sebab satu-dua masalah yang sulit dipecahkan akan memakan waktu yang tidak sedikit.
2. Metode Discovery dan Inquiry
Ditinjau dari arti katanya discover berarti menemukan dan discovery adalah penemuan sedangakn inquiry berarti menanyakan, meminta keterangan atau menyelidiki dan inquiry artinya penyelidikan.
Dalam hubungan dengan metode discovery dan inquiry Robert B menyatakan bahwa discovery adalah proses mental di mana peserta didik mengasimilasi konsep dan prinsip.
Jadi seorang peseta didik dikatakan melakukan discovery bile peserta didik terlihat menggunakan proses mentalnya dalam usaha menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip. Proses-proses mental yang dilakukan misalnya mengamati, menggolongkan, mengukur, menduga, dan mengambil kesimpulan.
Dr. Moh. Amin mengutarakan bahwapengajaran discovery harus meliputi-meliputi pengalaman-pengalaman belajar untuk menjamin siswa dapat mengembangkan proses-proses discovery. Kegiatan belajar mengajar harus direncanakan sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan prinsip-prinsip atau konsep-konsep melalui mentalnya dengan mengamati, mengukur, menduga, menggolangkan, mengambil kesimpulan, dan sebagainya.
Pendekatan discovery-inquiry menempatkan siswa lebih banya belajar sendiri menegmbangkan kekreatifan dalam pemecahan masalah, siswa betul-betul di tempatkan sebagai subjeck yang belajar, peranan guru adalah sebagai pembimbing dan fasilisator belajar.
Dalam pelajaran metode ini guru harus terampil menyusun berbagai jenis atau bentuk pertanyaan. Sebelum menyusu pertanyaan guru harus lebih dahulu menetapkan proses berpikir, jenis pengembangan bakat atau kemampuan-kemampuan lain yang berkembang pada siswa. Guru juga harus susah menyiapkan pertanyaan bimbingan berikutnya terhadap jawaban siswa yang belum sesuai dengan jawaban yang di harapkan.
Guru jarang sekali menarangkan tetapi guru banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Dengan pertanyaan guru dapat membantu siswa menyadari harus kearah mana mereka berpikir.
Guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai pada siswa sedemikian rupa sehingga mereka lebih mampu mengorganisasikan pendapat serta dapt meningkatkan pengertian-pengertian terhadap sesuatu yang akan dibahas. Dengan pertanyaan yang sesuai, guru dapat membantu siswa mampu menemukan sendiri konsep atau prinsip yang direncanakan oleh guru untuk mereka miliki.
Kebaikan dan kelemahan discovery dan inquiry adalah perkembangan cara berpikir ilmiah seperti menggali pertanyaan, mencari jawaban. Dapat melatih anak untuk belajar sendiri dengan positif sehingga dapat mengembangkan seluas-luasnya bahan pelajaran yang diajarkan.
Kelemahanya adalah belajar mengajar dengan inquiry memerlukan kecerdasan anak yang tinggi. Bila anak kurang cerdas hasilnya kurang efektif, kurang cocok pada anak yang usianya terlalu muda misalnya SD.
Pengajaran metode ini selalu mengusahakan siswa terlibat dalam masalah-masalah yang dibahas. Siswa diprogramkan agar selalu aktif, secara mental maupun fisik. Materi yang disajikan gur, bukan begitu saja diberitahukan dan diterima oleh siswa.
3. Simulasi
Simulasi berasal dari kata simulation yang artinya tiruan atau suatu perbuatan yang bersifat pura-pura saja sebagai metode belajar, simulasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Maksudnya ialah siswa dengan bimbingan guru melakukan peran dalam simulasi tiruan untuk menciba menggambarkankejadian yang sebenarny. Maka dalam kegiatan simulasi peserta atau pemegang peran melakukan lingkungan tiruan dari kejadian yang sebenarnya. Simulasi sering dikaiytkan dengan permainan tetapi simulasi lebih bersifat realitas dan mengandung unsure pendidikan dari pada permainan. Bentuk-bentuk simulasi dilakukan dari yang paling bawah atau sederhana sampai kepada yang paling komplek.
Tujuan simulasi di antaranya adalah
1. Untuk meningkatkan kegiatan belajar siswa dengan melibatkan siswa dalam mempelajari situasi yang hampir serupa dengan kejadian yang sebenarnya.
2. Untuk pelatihan pemecahan masalah.
3. Untuk memberikan rangsangan atau kegairahan kepada siswa.
4. Untuk merasakan tau memahami tingkah laku manusia dan situasi-situasi masyarakat sekitar.
5. Untuk melatih siswa menguasi keterampilan tertentu.
Penggunaan simulasi dalam proses belajar mengajar sesuai dengan kecendrungan pengajaran modern sekarang, yaitu meninggalkan pengajaran yang bersifat pasif menuju kepada pembelajaran yang bersifat individual dan kelempok kecil, (heuristi) mencari sendiri perolehan dan aktif.
Kelemahan-kelemahan dalam simulasi
Sering terjadi kegagalan karena kurang persiapan, penjelasan, peralatan tidak sempurna dan lain-lain, Kadang-kadang simulasi tidak sesuai dengan timgkat kedewasan anak atau anak dituntut terlalu banyak memegang peran sehingga ia tidak menguasainya dan kehilangan arah, Pembagian tugas bagi para pemegang peran kurang jelas dan kurang tepat penunjukan perannya.
B. Jenis Metode Belajar Mengajar berdasarkan Aspek Pengorganisasian Siswa.
1. karyawisata
Ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan membawa para siswamengunjungi objek yang akan dipelajari, yang biasanya terletak diluar kelas.
Tujuan karya wisata antara lain adalah agar siswa mengetahui objek sebagaimana adanya/kongkret. Mereka mendapatkan kesempatan yang seluas-luas dalam hal melihat, mendengar, meraba, melakukan sendiri segala sesuatu yang berkenaan dengan objek.
Metode Karyawisata digunakan apabila
1. Objeknya terlalu besar dan objeknya terlalu berat
2. Objeknya mudah rusak, berubah, mati apabila dibawa kedalam kelas.
3. Objeknya hanya terdapat di suatu tempat tertentu.
Kebaikannya adalah
1. Para siswa dapat mengamati objek dimana objek itu berada dalam kondisi dan situasi yang asli.
2. Para siswa belajar sebagaimna melakukan observasi dan membuat laporan yang baik dan benar.
3. Verbalisme dapat dilenyapkan.
Kekurangnya adalah
1. Pada umumnya menggunakan pelajaran yang banyak sehingga menganggu mata pelajaran yang lain.
2. Tidak semua siswa memperhatikan objek yang sama sehingga pengetahuan mereka tidak sama.
3. Sukar untuk mempertahankan disiplin dan ketertiban.
4. Adanya tambahan pengeluaran uang untuk pembiayaan perjalanan karyawisata bagu siswa.
2. Kerja Kelompok
Adalah kumpulan dua orang atau lebih untuk suatu kerja atau suatu tujuan. Kelompok besar adalah kelompok siswa yang mengerjakan pelajaran secara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.
Ciri-ciri khusus kerja kelompok
1. Adanya rasa persatuan di antara angota-angotanya.
2. Anggota-angotanya sanggup bekerja dan bertindak bersama untuk tujuan bersama-sama dalam keadaan yang mereka hadapi bersama-sama.
3. Interaksi secara sadar terjadi di antara anggotanya. Penggunaan metode kerja kelompok dalam proses belajar mengajar menuntut pemecahan kelas menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap anggotanya dari 3 sampai 7 orang siswa.
Aspek-aspek kerja kelompok.
Struktur interaksi kerja kelompok dibentuk dan ditentukan oleh aspek-aspek dari kerja kelompok sebagai berikut.
1. Tujuan: setiap bentuk kerja kelompok mempunyai tujuan tertentu. Tujuan ini merupakan faktor pengikat yang penting dalam kelompok dan akan member cirri terhadap aspek-aspek yang lain.
2. Kepemimpinan: kepemimpinan sangat diperlukan agar kelompok secara efisien dapat mencapai tujuan.
3. Norma: mekanisme interaksi antara angota kelompok sesuai dengan norma atau aturan.
4. Interaksi: dimaksudkan adanya komunikasi tatap muka antara sesame anggota dalam bentuk berbicara, mendengarkan, bertanya, menjawab atau komunikasi nonverbal.
5. Perasaan: aspek ini sangat penting karena dapat menciptakan kerja kelompok yang berpengaruh terhadap produktivitas kelompok.
Menurut Donal A Bligh, bentuk-bentuk dalam kerja kelompok dapat berupa tutorial, seminar, diskusi kelompok, kelompok-kelompok sindikat, problem cebtered group dan kelompok proyek.
Tujuan kerja kelompok diantaranya:
1. menanamkan dan mengembangkan keberanian untuk mengemukakan ide sendiri.
2. Mencari kebenaran secara jujur melalui pertimbangan-pertimbangan pendapat yang mungkin saja berbeda antara yang satu dan yang lain.
3. Melatih diri menemukan kesepakatan pendapat melalui musyawarah karena masalahnya benar-benar dimengerti, bukan karena paksaan atau terpaksa menerima, atau Karena kalah dalam pemungutan suara.
4. Memberikan suasana kelas yang hidup, mendekati suasana kehidupan sehari-hari yang sesungguhnya.
3. Proyek/ unit
Ialah pengajaran proyek unit di definisikan sebagai suatu sistem penyampaian materi pelajaran yang ditujukan pada suatu masalah untuk dipecahkan secara utuh, yang memenuhi arti tersendiri.
Ciri-ciri pengajaran unit
1. Memiliki tujuan yang luas dan menyeluruh
Dengan meleksanakn pengajaran unit ini para siswa mempelajari pengetahuan dan keterampilan saja melainkan juga mempelajari pembentukan tingkah laku, rasa tanggung jawab dan memperluas atau menajamkan perasaan.
2. Perencanaan bersama
Guru dan para siswa bersama-sama merencanakan apa yang akan dilakukan atau dikerjakan.
3. Berpusat pada suatu masalah yang luas.
Masalah yang dicakup dalm pelajaran proyek unit merupakan masalah yang sifatnya luas (mencakup keseluruhan kurikulum) sehingga cara penyelesaianya pun menggunakan beberapa sumber.
4. Berpusat pada kegiatan siswa.
Pelajaran proyek unit ini dititikberatkan pada kegiatan siswa. Semuanya ditangani oleh siswa. Mereka mempertaruhkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, pengalaman, mereka dalam memecahkan masalah yang ada.
Langkah-langkah pengajaran unit
1. Langkah permulaan
Guru mulai mendorong dan memotisivasi siswa untuk memusatkan perhatian mereka kepada situasi belajar, menetapkan aspek-aspek yang berhubungan dengan masalah yang telah ditetapkan secara rinci.
2. Langkah mengerjakan unit
Mengatur bahan untuk dikerjakan., kelompok-kelompok lain mengatur ruang kerja, menyampaikan laporan kemajuan atau kekurangan perseorangan atau kelompok kepada ketua unit, menyiapkan laporan kelompok dalam rangka kulminasi.
Segi positif dari proyek/ unit
1. Pelajaran menjadi lebih bearti.
2. Situasi belajar lebih demokrasi dan wajar.
3. Para siswa belajar secara keseluruhan.
4. Penggunaan azas-azas secara wajar.
5. Diterapkannya prinsip-prinsip psikologi belajar modern.
6. Penggunaan sumber belajar yang luas.
7. Pelajar dan guru sama-sama aktif
Segi negative proyek/ unit
1. Sulit mencari masalah untuk pengajaran unit yang sesuai dengan kebutuhan para siswa, cukup fasilitas dan sumber-sumbernya.
2. Dituntut kecakapan guru dan perhatian guru yang penuh, menyiapkan tugas-tugas individual siswa yang beragam.
3. Bahan belajar akan sangat luas sekali sehingga tidak fokus dan mengaburkan masalah pokok.
4. Adakalanya sukar mendapat sumber-sumber yang tepat.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang menganduang serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran.
Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.
Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya, maka guru harus mempunyai metode-metode pembelajaran yang luar biasa yang dapat mengkondisikan situasi anak-anak secara menyenangkan, diantaranya metode ceramah, metode Tanya jawab, metode diskusi, metode pemberian tugas, metode demontrasi dan eksperimen dan lain-lain yang dimana ada kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan tertentu, metode sangat penting dalam proses belajar dan mengajar. Dalam metode itu ada bagian-bagiannya diantaranya:
1. Macam-macam metode pengajaran dan penggunaanya.
2. Jenis metode mengajar berdasarkan aspek pendekatan pengajaran
3. Jenis-jenis metode berdasarkan aspek perorganisasian siswa.
Dilihat dari segi metode belajar mengajar dan jenis-jenis prosedur metode pengajaran.
B. SARAN
Adapun saran yang dapat saya sampaikan adalah
1) Agar para pembaca dapat mempelajari makalah yang kami buat dan mengerti isi serta ruang lingkupnya sehingga dapat diambil pelajaran dan diterapkan dalam kehidupan, Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya.
2) semoga para pembaca dapat mengkaji dengan baik dan bias melengkapi kekurangan makalah yang kami buat
3) kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini jauh dari kata lengkap dan sempurna. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam hal sisitematika makalah maupun isinya. Maka dari itu, kami sebagai penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari teman-teman dan dosen mata kuliah BELAJAR DAN PEMBELAJARAN demi perbaikan dalam penyusunan makalah yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Nana Sudjana, Dr., 1989, CBSA Dalam Proses Belajar mengajar, Bandung: Sinar Baru.
Djudi, Drs, 1988, Didaktik Metodik, Semarang Fakultas Tarbiyah IAIN walisongo.
Suharyono, Prof. Dr. dkk. Stategi Belajar Mengajar 1. IKIP Semarang Press. 1991.
Mansyur, Drs. H. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka, 1991.
Abu Ahmadi, Drs. H. Joko Tri Prasetya. Drs. SBM Strategi Belajar Mengajar, untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK
Sriyono, Drs. dkk. Teknik Belajar Mengajar Dalam CBSA, Jakarta: Rineka Cipta.
