Tuesday, February 3, 2015

MAHASISWA JAMAN SEKARANG

Mahasiswa Zaman Sekarang

Mengamati mahasiswa zaman sekarang, tak ubahnya seperti boyband ataupun preman yang sudah hilang ke”MAHA”annya. Kampus sudah menjadi ajang fashion show ataupun kumpulan pelawak, kumpulan pemabuk maupun penjudi. Apakah mahasiswa yang seperti ini layak untuk menjadi penerus bangsa kita? Apakah mereka layak menjadi penentu nasib ratusan juta jiwa rakyat Indonesia?

Klasifikasi mahasiswa zaman sekarang:
  1. Para Mahasiswa yang tampil sebagai demonstran. Mereka hanya mencari sensasi, memperlihatkan ketajaman gigi agar dirinya dapat dikenal sebagai mahasiswa yang sok tangguh, mahasiswa yang menjadi follower atau dalam bahasa Sunda “pipilueun” untuk bolos masuk kuliah. Para mahasiswa seperti ini tidak benar-benar memedulikan rakyat maupun negaranya melainkan mahasiswa seperti inilah yang biasanya melakukan aksi-aksi anarkis maupun terlibat dalam bentrok dengan aparat keamanan pada saat demonstrasi.
  2. Para mahasiswa yang tidak memedulikan politik di sekitarnya. Mereka hanya berusaha untuk belajar dengan baik, yang penting dapat IP 4 malahan kalau bisa dapat 5, hahahaha! Mereka tidak memedulikan bagaimana nasib para buruh, rakyat yang merengek naiknya BBM, ataupun korupsi-korupsi yang dilakukan pemerintahnya.
  3. Para mahasiswa yang hanya nongkrong, mejeng, bahkan kelakuannya yang tak layak dikatakan sebagai mahasiswa. Mereka berlagak seperti preman yang membudayakan mabuk-mabukan, judi, bahkan sex sebelum pada waktunya (kumpul kebo).
  4. Para mahasiswa yang sok sibuk, padahal hanya menjual proposal dan menjual nama kampus untuk kebutuhan pribadi, sementara kegiatannya tidak rampung. Mereka mirip seperti pemalak yang tak berpendidikan.
  5. Para mahasiswa yang benar-benar memerhatikan dan memedulikan nasib bangsa. Mahasiswa yang memikirkan apa yang dapat dilakukan olehnya untuk bangsa ini dan tidak melupakan kewajibannya sebagai insan akademis. Mereka yang bisa menyuarakan keadilan, berdemonstrasi dengan tenang dan mengikuti aturan, mengikuti perdebatan-perdebatan maupun diskusi untuk memajukan bangsa ini.
  6. Eh, lebih parahnya lagi, yang menjadi minoritas adalah mahasiswa golongan ke-5. Jika ini dibiarkan, maka akan melahirkan sarjana-sarjana seperti sekarang ini. Sarjana para pedebah, para sarjana yang pemalu dan memalukan. (By. Jainal sidik)

ARTIKEL BERJUDUL SALAH SATU MASALAH JOMBLO

Hay guys kalian tau salah satu masalah Jomblo?
JOMBLO? Apaan tu JOMBLO? Jomblo itu merupakan salah satu hal yang bisa membuat kita dipanggil " huh dasar jomblo GA LAKU ya loo   :p :p :p " ya begitulah kira kira. ada yang tau ga kenapa bisa jomblo? Nah mungkin ini saya ada tulisan kemaren curat coret , entah ini perjalanan hidupku entah apa , ngga tau lah yahh. baaca aja dah sok mangga tah di handap.

SALAH SATU MASALAH JOMBLO


Hal yang menjadi masalah kaum muda, yaitu memendam sebuah cinta. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut membuat hati dan pikiran menjadi gelisah atau kalau bahasa zaman sekarangnya disebut "GALAU". Rasa berdebar-debar ketika bertemu dan bibir yang berubah menjadi es adalah satu ciri unik dari cinta terpendam. Ingin sekali menyatakannya, namun apa daya rasa berani tak kunjung datang menghampiri. Perasaan takut ditolak dan dihadang oleh rasa malu yang besar, membuat seseorang tak mampu ucapkan sebuah kalimat yang sangat sederhana “I Love You” dan "I MISS YOU". Hingga akhirnya hanya kekecewaan yang didapat karena orang tercinta pergi digebet orang lain.
Jika para sahabat sedang mengalami masalah pelik tersebut, ada baiknya beranikan diri untuk menyatakannya, sebelum rasa sesal mendera Anda seumur hidup. Namun, seandainya bibir belum juga mampu katakan itu, maka tetaplah berusaha agar cinta Anda bisa tersampaikan kepada si dia walaupun tak langsung dari mulut Anda.
Cara yang cukup gokil yaitu mengumumkannya di media massa di seluruh dunia, maksudnya bukan memberitahukan semuanya, tetapi paling tidak ungkapkan perasaan yang Anda rasakan kepada teman-teman dekat Anda, bahkan mungkin kepada teman-temannya. Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang-orang yang memendam cinta adalah ia menyimpannya rapat-rapat hingga hanya Tuhan dan dirinya saja yang tahu. Dalam perjuangan cinta terpendam, Anda butuh bantuan orang lain yang menjadi penyambung lidah anda. Dari mulut ke mulut, perasaan Anda diketahui oleh teman-teman Anda dan akhirnya suatu ketika akan sampai ke telinga si dia. Beberapa teman Anda mungkin akan membantu Anda untuk menjodohkannya dengan dia. Kalau sudah begitu, Anda tinggal tunggu saja hasilnya. Cara lain ‘mengatakan kepada dunia’ adalah mengupdate status di akun Facebook Anda. Katakanlah bahwa anda jatuh cinta dan memberikan kode dengan inisial nama. Biarlah orang lain yang mengatakan kepada si dia kalau Anda jatuh cinta padanya. Cara ini memang memerlukan sedikit keberanian untuk mengakui perasaan Anda. Hal yang perlu diingat, terkadang banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjemputnya, namun banyak juga yang menjadi penghalang di dalamnya. Jangan melupakan bahwa ada keharusan universal dari Tuhan (TAKDIR), namun kita harus berusaha dan Tuhan yang merestui.
by  (Jainal Sidik)

ARTIKEL BERJUDUL SALAH JURUSAN

Cerita penuh makna.
Artikel ini saya tulis untuk sekedar shering berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Sekilas tentang cerita ini bearawal dari lamunan dan angan angan saya ketika duduk manis dan ditemani teh hangat di malam hari, dan ahirnya saya terfikir untuk menulis artikel ini.
artikel ini aya tulis berdasarkan apa yang saya rasakan dan saya alami.
selamat membaca. Mudah mudahan bermanfaat.

Realita yang ada terkadang tidak sesuai dengan fakta, Salah jurusan itu nyata ada. Mungkin tidak kentara di kota-kota, tapi bisa jadi itu terjadi di sekitar anda. Salah jurusan akibat ‘yang penting masuk kuliah saja’, atau ‘ternyata tidak sesuai bakat’, atau ‘ikutan teman’, atau ‘lha saya gak ngerti mau ke mana’. Dan saya contohnya yang biasanya ngebacot ngomong, suka didunia social eh malah milih jurusan Tekhnik Informatika. Janganlah kita terlalu memusingkannya, karena hidup itu harus mensyukurinya walaupun jadi singa di organisasi tapi hanya sebatas jadi domba dikelas, Namun kalaupun saya biasa menulis dan biasa dinikmati pembaca saya seharusnya masuk ke jurusan sastra, dan saya juga lebih suka mengamati laju atau mundurnya Negara yang itu semua bisa didapat di matakuliah Sosial politik . Demikian pula, saya masuk jurusan ini memang karena kebetulan dan alesannya terlalu panjang untuk diceritakan. Di saat akhir SMA, suwer saya tidak tahu mau kuliah ke mana. Saya berada dalam ‘kegelapan’ informasi. Apa itu kuliah? bagaimana itu kuliah? jurusan ini jadi apa? jurusan itu butuh kuat di pelajaran apa? I don't now. Jangan dibilang lebay tapi coba pahami. Bagaimana akan dapat informasi jika aku hanya sibuk bermain dan seru-seruan, Bimbingan Penyuluhan hanyalah diperlukan bagi anak nakal, bukan untuk bimbingan mencari jurusan. Jadi lengkap sudah jaman ‘kegelapan’ itu. Dan di sinilah awalnya , saya merasa tidak kuat lagi. Kuliah Informatika Kepalaku rasanya mau pecah. . Makin dipikir makin pusing. Makin pusing makin down.Perut mulai terasa mual. Wajah sudah memerah. Cukup sudah. Otakku sudah gak kuat lagi. Coba kalau saya milih jurusan Administrasi public atau yang berhubungan dengan sosial, pelajaran yang saya suka. Coba saya masuk IKIP, mungkin masih ‘kabadanan’ (kuat dijalani) di bidang yang kira-kira saya kuasai. Namun saya tidak memiliki kemewahan menghamburkan uang satu tahun DO hanya untuk memenuhi keinginan pribadi - yang belum tentu juga menjadi jalan hidupku. Saya punya tiga pilihan yang bukan pilihan. Berhenti kuliah yang belum tentu dapat jurusan baru dan belum tentu bisa dibiayai. Atau mencari kerja yang belum tentu dapat. Atau saya bertahan, terima apa adanya, jalani saja, sedikit demi sedikit, demi orang tua dan keluarga yang telah  membiayai kuliah dengan uang ribuan. Dan itulah yang terjadi. Meski tidak diiringi music keras dan suara lantang Bondan prakoso menyanyikan lagu Tetap semangat, saya jalani kenyataan itu dengan berbekal dua hal: Hadapilah dan Kuatlah. Dan meski dengan tertatih-tatih, dan IP yang nyaris membuatku terlikuidasi atau tereliminasi, dan menunggu datangnya waktu hingga saya diwisuda. Dan kini saya mulai berusaha optimis menjalankan hidup dengan hobiku dan menjalankan kuliahku. dan mensyukuri semua yang telah terjadi. Namun alangkah lebih baik mencari informasi-informasi tentang jurusan yang diambil disamping memahami apa tujuan anda dan apa ketertarikan anda, sehingga mendapatkan jurusan yang sesuai dengan minat anda. Namun, tidaklah apa salah jurusan tapi jangan salah dalam kehidupan.

Enjoy your life.
Pos by jainal sidik
(Jadilah Insan yang berkualitas)