Friday, February 6, 2015

Puisi Renungan Malam - Menungu Karunia


 


Penerang hari mulai menjauh
Melewati peristiwa benderang dunia
Menjadi ganti ke kepada alam gelap
Bersama titik sinar kunang – kunang penggantinya

Kebiasaan keras beralih mudah
Gerombolan berbaur menjadi perseorangan
Mematikan sedikit badan dari pekerjaan
Perkerjaan dari hari kehari yang terus membelit

Tapi....
Sukar dirasa apalagi terbayang
Dari semua beban raga yang melanda
Tak kunjung hari ada satu cerita bahagia

Maha mulya pemilik surga
Mengapa kau timpa terus dan terus
Sampai saatnya ini ku tetap ini
Tak ku dapat genggaman impian itu

Tapi....
Ah... Marahpun tak berarti
Mengeluh orang mana mau bantu
Baikan saja begini
Mengalah....
Pasrah....
Tetap...
Bersimpuh teguh menanti tuhan turunkan bidadari.

No comments:

Post a Comment