
Penerang hari mulai menjauh
Melewati peristiwa benderang dunia
Menjadi ganti ke kepada alam gelap
Bersama titik sinar kunang – kunang penggantinya
Kebiasaan
keras beralih mudah
Gerombolan
berbaur menjadi perseorangan
Mematikan
sedikit badan dari pekerjaan
Perkerjaan
dari hari kehari yang terus membelit
Tapi....
Sukar dirasa apalagi terbayang
Dari semua beban raga yang melanda
Tak kunjung hari ada satu cerita bahagia
Maha
mulya pemilik surga
Mengapa
kau timpa terus dan terus
Sampai
saatnya ini ku tetap ini
Tak
ku dapat genggaman impian itu
Tapi....
Ah... Marahpun tak berarti
Mengeluh orang mana mau bantu
Baikan saja begini
Mengalah....
Pasrah....
Tetap...
Bersimpuh teguh menanti tuhan turunkan bidadari.
No comments:
Post a Comment