TEKA TEKI KITA
UNTUK KITA YANG KADANG SELALU LUPA MAKNA BERSAMA....
Entah apa rencana Tuhan, mempertemukan kita yang berbeda, kemudian diberi kesempatan untuk bersama. Sebab yang kutahu, kebetulan itu tak pernah ada. Maksud tersembunyi apa yang kiranya Tuhan titipkan pada semesta?
Menjadi yang berbeda pada kenyataannya tak semudah yang mereka katakan. Selalu ada ego yang harus ditahan. Selalu ada toleransi yang berharap tak pernah dipaksakan. Selalu ada sakit terselip pada setiap pertanyaan dari yang meragukan. Namun, seringkali semua bisa dikalahkan, sebab selalu ada KEBERSAMAAN yang memaksa hati agar tetap mempertahankan.
Empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Semua orang juga tahu itu. Meski sedikit dari mereka yang benar-benar mengetahui bimbangnya hati ini. Aku dan kita ingin terus bertahan, namun keyakinan kita tak pernah bisa sejalan. Aku dan kita ingin terus membina hubungan, namun restu dari semuanya kadang telalu sulit didapatkan.
Menjadi yang berbeda pada kenyataannya tak semudah yang mereka katakan. Selalu ada ego yang harus ditahan. Selalu ada toleransi yang berharap tak pernah dipaksakan. Selalu ada sakit terselip pada setiap pertanyaan dari yang meragukan. Namun, seringkali semua bisa dikalahkan, sebab selalu ada KEBERSAMAAN yang memaksa hati agar tetap mempertahankan.
Empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Semua orang juga tahu itu. Meski sedikit dari mereka yang benar-benar mengetahui bimbangnya hati ini. Aku dan kita ingin terus bertahan, namun keyakinan kita tak pernah bisa sejalan. Aku dan kita ingin terus membina hubungan, namun restu dari semuanya kadang telalu sulit didapatkan.
Mengapa kiranya hati tak pandai memilih tujuan, ketika pada akhirnya, kebersamaan hanya bisa setengah jalan?
Sementara pada setiap pertemuan, ada air mata yang ku tabung diam-diam. Ditabung sedikit demi sedikit, sampai tersenyum pun terkadang rasanya sakit. Aku hanya takut, di suatu hari di masa depan, hanya kenangan ini saja yang ku punya dalam ingatan, sedangkan kalian tidak ada dalam genggaman.
Sebab itu, kunikmati setiap kehadiran, ku resapi setiap celotehan, ku hitung baik-baik setiap kecupan. Aku tak pernah ingin kita berakhir, namun sayangnya, akupun tak punya jalan keluar ketika perpisahan kelak hadir.
Aku mencintai kalian, mencintai kita. Akupun mencintai Tuhan, keluarga, serta diriku sendiri. Pada akhirnya, semoga Tuhan memberi kita kesempatan seluas-luasnya untuk terus bersama, tanpa sedikit pun mengundang perpisahan diantaranya. Entah bagaimanapun caranya.
Dan jika memang harus berpisah, semoga saat itu hati kita berdua sudah lebih dari siap untuk menghadapinya. Semoga saja.
"jika Tuhan mampu membuat kebetulan-kebetulan yang berujung pada pertemuan, maka Tuhan pasti juga mampu membuat keajaiban-keajaiban yang kelak membuat kita tak bertemu di titik perpisahan. bukankah begitu?".
Sementara pada setiap pertemuan, ada air mata yang ku tabung diam-diam. Ditabung sedikit demi sedikit, sampai tersenyum pun terkadang rasanya sakit. Aku hanya takut, di suatu hari di masa depan, hanya kenangan ini saja yang ku punya dalam ingatan, sedangkan kalian tidak ada dalam genggaman.
Sebab itu, kunikmati setiap kehadiran, ku resapi setiap celotehan, ku hitung baik-baik setiap kecupan. Aku tak pernah ingin kita berakhir, namun sayangnya, akupun tak punya jalan keluar ketika perpisahan kelak hadir.
Aku mencintai kalian, mencintai kita. Akupun mencintai Tuhan, keluarga, serta diriku sendiri. Pada akhirnya, semoga Tuhan memberi kita kesempatan seluas-luasnya untuk terus bersama, tanpa sedikit pun mengundang perpisahan diantaranya. Entah bagaimanapun caranya.
Dan jika memang harus berpisah, semoga saat itu hati kita berdua sudah lebih dari siap untuk menghadapinya. Semoga saja.
"jika Tuhan mampu membuat kebetulan-kebetulan yang berujung pada pertemuan, maka Tuhan pasti juga mampu membuat keajaiban-keajaiban yang kelak membuat kita tak bertemu di titik perpisahan. bukankah begitu?".

No comments:
Post a Comment