"ASA TERTAHAN KEADAAN"
"Jika cinta itu berasal dari Tuhan, mengapa ada sebutan “Cinta Terlarang?" Bukankah Dialah Sang Cinta itu sendiri? Apakah karena begitu berkuasa-Nya, Dia sanggup melarang Dirinya sendiri selaku Tuhan para manusia? Jika ada cinta terlarang. lalu apakah ada Tuhan yang lain, seperti tuhan yang terlarang?"
Sebenarnya keringat dan air mata telah berkali-kali tumpah, ada sisa-sisanya mengering dan mengerak di pelupuk mata atau puing-puing luka yang tertinggal serupa tunggul-tunggul kayu yang bermunculan setelah banjir surut. Aku dan kau mungkin tahu ini bukan keinginan yang tak tertolak ini hanya tentang aku yang tak mampu mengusir dia demimu. Dia ada, di dada, ya di sini, ku tunjuk dadaku....
Lalu bagaimana aku memberitahumu tentangnya? Meski mati, pusaranya ada di sini, ku tunjuk kepalaku. Lalu di tengah malam dia sering terbangun, membangunkanku mengajakku terbang ke awang-awang tanpa puncak. Kau dimana? aku mencarimu selama ini. Bahkan, Pelukmu aku telah lupa hangatnya. Ciummu telah tergantikan bekasnya, rindumu ternyata tak bisa membumihanguskan hadirnya...
(E.K)

No comments:
Post a Comment